Results for Fisika

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament)

October 31, 2020


Pembelajaran kooperatif model TGT adalah salah satu tipe atau model pembelajaran kooperatif yang mudah diterapkan, melibatkan keaktifan seluruh siswa tanpa harus ada perbedaan status, melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya dan mengandung unsur permainan dan reinforcement. Keaktifan belajar dengan permainan yang dirancang dalam pembelajaran kooperatif model TGT memungkinkan siswa dapat belajar lebih rileks disamping menumbuhkan tanggung jawab, kerjasama, persaingan sehat dan keterlibatan belajar.

Ratumanan (2002:15) memberikan batasan mengenai TGT ini sebagai berikut,

pembelajaran kooperatif dengan metode TGT adalah suatu pembelajaran dimana setelah kehadiran guru, siswa pindah ke kelompoknya masing-masing untuk mendiskusikan dan menyelesaikan pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah yang diberikan guru. Sebagai ganti dari tes tertulis, setiap siswa akan bertemu pada meja tournament dengan siswa lain dari kelompok yang berbeda untuk membandingkan kemampuan kelompoknya dengan kelompok yang lain.

Menurut Yasa, Doantara (dalam Astuti, 2011:23)  menyatakan bahwa ada beberapa langkah model pembelajaran TGT adalah sebagai berikut: (1) tahap persiapan, (2) tahap pembelajaran, (3) tahap turnamen, (4) tahap penghargaan kelompok. Adapun sintaks  model pembelajaran TGT adalah sebagai berikut.

Tabel 2.1 Sintaks Model Pembelajaran TGT (Teams Games Tournamen)

Fase

Peranan Guru

1)    Tahap Persiapan

Hal-hal yang dipersiapkan dalam tahapan ini adalah sebagai berikut:

a)     Materi pelajaran

Materi pelajaran dalam hal ini dirancang untuk pembelajaran kelompok dan disesuai dengan pembelajaran kooperatif

b)    Menetapkan siswa secara kelompok

c)     Menyiapkan siswa untuk belajar secara kooperatif

2)    Tahap Pembelajaran

Dalam tahap ini terdapat beberapa hal, diantaranya:

a)     Pendahuluan

b)    Penyajian informasi dan materi

c)     Pembentukan kelompok

d)    Kerja dan belajar kelompok

e)     Evaluasi

3)    Tahap Games Turnament

Tahapan ini dilakukan setelah siswa belajar secara kelompok pada tahap pembelajaran dimana siswa diajak dalam suatu permainan akademik atau turnamen. Permainan ini digunakan sebagai tinjauan kembali terhadap materi pembelajaran sebelum siswa mengalami tes individual.

4)    Tahap Penghargaan Kelompok

Langkah pertama sebelum memberikan penghargaan kelompok adalah menghitung skor rerata skor kelompok.

Langkah-langkah kegiatan pembelajaran model pembelajaran kooperatif tipe TGT seperti pada sintaks di atas akan dijelaskan secara rinci sebagai berikut.

Tahap pertama yaitu Persiapan, persiapan ini dimaksudkan diamana seorang guru yang ingin menggunakan TGT ini di dalam mengajar perlu sedianya menyiapkan hal-hal yang akan diperlukan nanti. Hal yang perlu dipersiapkan pertama adalah materi pelajaran, dimana materi yang disiapkan harus dirancang untuk pembelajaran kelompok dan disesuaikan dengan pembelajaran kooperatif. Kedua yang perlu disiapkan adalah menetapkan siswa dalam kelompok, karena hakikatnya pembelajaran yang berbau kooperatif harus berbentuk kelompok yang anggota kelompoknya heterogen baik tingkat pengetahuan, kelamin, maupun ras/suku. Dan persiapan yang ketiga, yaitu guru harus menyiapkan siswanya untuk belajar secara kooperatif, agar mereka mau bekerja sama dan tidak ada yang pasif.

Tahap kedua yaitu Tahap Pembelajaran, tahap pembelajaran ini diawali dengan pendahuluan yang dimana pada pendahuluan ini guru menyampaikan tujuan dan memotivasi siswanya. Kemudian dilanjutkan dengan penyajian informasi dan materi, biasanya guru menyajikan materi pelajaran seperti biasa dengan ceramah, diskusi, demontrasi atau eksperimen tergantung dari karakteristik materi yang sedang disampaikan serta ketersediaan sarana dan prasarana sekolah yang bersangkutan. Guru harus berusaha mengingatkan agar siswa mendengarkan dan memahami informasi yang diberikan karena informasi yang diberikan akan sangat bermanfaat dengan pertanyaan-pertanyaan di dalam turnamen nanti serta skor yang diterima oleh masing-masing individu akan mempengaruhi skor akhir kelompok nanti. Setelah penyajian informasi dan materi dilanjutkan dengan pembentukan tim/kelompok. Pada fase ini guru membentuk kelompok-kelompok kecil yang beranggotakan 4-6 orang yang bersifat heterogen. Yang harus berikan siswa dengan berkemampuan tinggi, sedang dan rendah serta jenis kelamin yang berbeda pula. Fungsi dari kelompok ini adalah untuk melatih semua anggota kelompok untuk belajar, mengkaji materi yang disampaikan oleh guru, berdiskusi, membantu anggota kelompok yang belum mengerti atau menemui kesulitan sehingga semua siswa yang berada di dalam kelompok yang bersangkutan siap untuk mengikuti kuis. Setelah kelompok dibentuk siswa diarahkan untuk bekerja sama di dalam kelompoknya, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi yang bertujuan mengukur pemahaman siswa.

Tahap ketiga ialah Games Tournament, dimana dalam fase ini setiap siswa akan bersaing merupakan wakil masing-masing kelompoknya. Siswa yang mewakili kelompoknya, masing-masing ditempatkan dalam meja-meja turnamen. Tiap-tiap meja turnamen ditempati oleh 6-8 orang (disesuaikan dengan keadaan kelas), dan diusahakan agar tidak ada peserta yang berasal dari kelompok yang sama. Dalam setiap meja turnamen diusahakan memiliki kemampuan setiap peserta homogen. 

Pada Gambar 1 ditunjukan hubungan antara kelompok yang heterogen dan meja turnamen yang homogen.


Gambar 2.1 Ilustrasi Skema TGT

Dapat dijelaskan bahwa permainan diawali dengan memberitahukan aturan permainan. Langkah-langkahnya sebagai berikut. Setiap kelompok mengutus perwakilannya untuk mewakili di dalam permainan. Kemudian setiap pemain tiap meja menentukan terlebih dahulu pembaca soal dan pemain yang pertama dengan cara melakukan undian, kemudian pemain yang menang undian mengambil kartu undian yang berisikan soal dan diberikan kepada pembaca soal. Pembaca soal akan membacakan soal sesuai dengan nomor undiang yang diambil oleh pemain. Selanjutnya soal dikerjakan secara mandiri oleh pemain dan penantang sesuai dengan waktu yang terdapat di dalam soal. Setelah waktu selesai maka pemain akan membacakan hasil pekerjaannya yang kemudian ditanggapi oleh penantang. Setelah itu pembaca soal akan membacakan kunci jawaban yang benar dan skor diberikan kepada siswa yang memiliki jawaban yang benar pertama kali antara pemain dan penantang dan apabila jawabannya semua salah maka kartu dibiarkan saja tanpa ada yang mendapatkan skor. Kemudian terjadi pertukaran peran searah putaran jarum jam, agar semua pemain di dalam meja yang bersangkutan pernah berperan menjadi pemain, pembaca soal, dan penantang. Permainan aka dilanjutkan dengan kartu soal selanjutnya sampai kartu soal semuanya habis terbacakan, ada syarat yang harus dipenuhi yaitu semua peserta haru mendapatkan perlakuan yang sama yaitu pernah menjadi pemain, pembaca soal dan penantang. Selain itu pemain yang bertugas menjadi pembaca soal tidak boleh ikut menjawab atau memberikan jawaban kepada peserta yang lain. Setelah semua kartu terjawab, setiap pemain dalam satu meja menghitung jumlah kartu yang diperoleh dan menentukan berapa poin yang diperoleh berdasarkan  tabel yang sudah disediakan. Selanjutnya setiap pemain kembali kepada kelompoknya asalnya dan melaporkan poin yang diperoleh kepada ketua kelompok. Ketua kelompok memasukannya pada tabel yang telah disediakan, kemudian menentukan kriteria penghargaan yang diterima oleh kelompoknya.

Tahap selanjutnya adalah, pemberian penghargaan kelompok. Untuk memperoleh skor kelompok dilakukan dengan cara menjumlahkan skor anggota masing-masing kelompok kemudian dicari reratanya. Berdasarkan skor rerata kelompok akan diperoleh gambaran perbedaan prestasinya. Dari skor rerata kelompok ini guru dapat memberikan penghargaan kepada masing-masing kelompok berdasarkan kriteria yang tersedia pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2 Kriteria Penghargaan untuk Kelompok

No.

Kriteria (Rerata Kelompok)

Predikat

1

X < 15

Kelompok Kurang

2

15 ≤ X ≤ 20

Kelompok Cukup

3

20 ≤ X ≤ 25

Kelompok Baik

4

25 ≤ X

Kelompok Sangat Baik

(Sumber: Adaptasi dari Slavin, 2005)

Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Model Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Reviewed by Sastra Project on October 31, 2020 Rating: 5

Science Project : Membuat Saklar Sentuh Sederhana (Touch Switch)

August 24, 2016
Hai gan, kali ini saya akan Share info mengenai cara membuat alat elektronik yaitu saklar sentuh sederhana. Saklar Sentuh Elektronik adalah suatu rangkaian elektronik yang cukup sederhana yang berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan lampu, dengan menggunakan rangkaian sederhana pada IC 7400, maka hidup dan matinya saklar hanya dikontrol oleh plat sentuh saja. Jadi kita hanya perlu menyentuhnya saja (seperti smartphone). Saklar Sentuh ini dapat digunakan untuk menghidupkan atau mematikan peralatan-peralatan listrik seperti TV, Kipas Angin, Mixer dan lainnya. Pada kesempatan ini, saklar sentuh ini hanya digunakan untuk menghidupkan atau mematikan lampu saja. Pengoperasian saklar sentuh ini jauh lebih sederhana dibandingkan dengan saklar konvensional, yaitu hanya dengan memberikan sentuhan ringan saja pada suatu plat logam yang disebut dengan plat sentuh.
Science Project : Membuat Saklar Sentuh Sederhana (Touch Switch) Science Project : Membuat Saklar Sentuh Sederhana (Touch Switch) Reviewed by Sastra Project on August 24, 2016 Rating: 5

Science Project - Membuat Spektroskop Sederhana

August 20, 2016
Selamat pagi rekan-rekan, kali ini saya akan share cara membuat alat peraga dengan menggunakan alat dan bahan yang ada disekitar kita. Alat peraga yang dibuat adalah spektroskop sederhana, walaupun alat ini tidak bisa menghitung panjang gelombang tiap spektrum cahaya secara pasti, tetapi kita bisa melihat sebuah fenomena bahwa cahaya putih (polikromatik) itu ternyata tersusun atas gabungan cahaya monokromatik dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Baik langsung saja kita bahas bagaimana cara membuatnya.
Science Project - Membuat Spektroskop Sederhana Science Project - Membuat Spektroskop Sederhana Reviewed by Sastra Project on August 20, 2016 Rating: 5

Masalah Akademik dan Masalah Realistik dalam Pembelajaran Fisika

August 17, 2016
Suatu masalah dalam pembelajaran fisika merupakan tugas-tugas meminta siswa untuk merancang sederetan aksi atau tindakan yang dimulai dari kondisi awal sampai kepada suatu tujuan tertentu. Menurut Killen (1998), masalah adalah suatu situasi di mana beberapa informasi diketahui dan yang lain ditentukan.
Masalah Akademik dan Masalah Realistik dalam Pembelajaran Fisika Masalah Akademik dan Masalah Realistik dalam Pembelajaran Fisika Reviewed by Sastra Project on August 17, 2016 Rating: 5

Membuat Pengecasan Baterai Hand-Phone Dengan Menggunakan Aki (Accu)

July 20, 2016
Selamat pagi rekan- rekan, kali ini saya akan share alat yang sangat bermanfaat yaitu pengecasan baterai handphone dengan menggunakan aki. Alat ini sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, di mana sekarang hamper seluruh masyarakat Indonesia telah memiliki Hand Phone untuk berkomunikasi. Pengecasan atau biasa dikenal sebagai charged ini bisa dimanfaatkan jika listrik PLN padam ataupun saat bepergian jauh yang banyak menghabiskan waktu di kendaraan dan tidak sempat menginap. Selain itu alat ini juga sangat berguna bagi yang bepergian ke tempat yang masih belum ada listrik. Baik tanpa basa-basi lagi mari kita buat alatnya.
Membuat Pengecasan Baterai Hand-Phone Dengan Menggunakan Aki (Accu) Membuat Pengecasan Baterai Hand-Phone Dengan  Menggunakan Aki (Accu) Reviewed by Sastra Project on July 20, 2016 Rating: 5

Membuat Dan Merancang Bel Listrik Sederhana

July 19, 2016
Selamat pagi rekan-rekan, kali ini saya akan share tutorial science project yaitu cara Membuat Dan Merancang Bel Listrik Sederhana. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya bel listrik, alat satu ini biasa kita temui di rumah-rumah, Sekolah atau tempat-tempat umum. Namun tahukah kalian bagaimana bel listrik ini bisa berbunyi? Usut punya usut ternyata bel listrik ini menggunakan konsep fisika yaitu listrik magnet.
Membuat Dan Merancang Bel Listrik Sederhana Membuat Dan Merancang Bel Listrik Sederhana Reviewed by Sastra Project on July 19, 2016 Rating: 5

Praktikum Penentuan Konstanta Planck Dengan Metode LED

July 16, 2016
Light emitting diode (LED) sering digunakan sebagai indikator perangkat elektonik dan sumber cahaya yang efisien. Dengan menggunakan LED, siswa dapat memahami konversi energi listrik menjadi energi cahaya. Dengan mengukur dan membandingkan energi yang hilang dan frekuensi sinar yang dipancarkan oleh beberapa LED berwarna, kita dapat mengestimasi konstanta Planck yang merupakan sebuah konstanta fundamental dalam fisika modern. diode yang memiliki karakteristik memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik.
Praktikum Penentuan Konstanta Planck Dengan Metode LED Praktikum Penentuan Konstanta Planck Dengan Metode LED Reviewed by Sastra Project on July 16, 2016 Rating: 5

Hakikat Belajar dan Pembelajaran Fisika

July 12, 2016
Suparno (1997) menyatakan bahwa hakikat dan mekanisme belajar tidak dapat dilepaskan dari pandangan konstruktivisme tentang hakekat pengetahuan. Belajar menurut pandangan kontruktivisme adalah proses kognitif yang dilakukan oleh pebelajar untuk membentuk dan mengembangkan kapabilitas baru yang diperlukan dalam upaya beradaptasi dengan lingkungan, berdasarkan pengetahuan awal atau pengetahuan yang dimiliki sebelumnya. Hal ini sesuai dengan pernyataan Bodner (dalam Adnyana, 2006) yang menyatakan bahwa mengajar bukan kegiatan memindahkan pengetahuan dari pembelajar (guru) ke pebelajar (siswa), melainkan suatu kegiatan yang memungkinkan siswa membangun sendiri pengetahuannya dengan menggunakan pengetahuan awal yang telah dimiliki siswa. Pengetahuan tidak dapat ditransfer dari otak guru yang dianggap tahu bila siswa tidak belajar secara aktif membentuk (mengonstruksi) sendiri pengetahuannya.
Hakikat Belajar dan Pembelajaran Fisika Hakikat Belajar dan Pembelajaran Fisika Reviewed by Sastra Project on July 12, 2016 Rating: 5

RPP Fisika SMA Kelas 10 Semester 1 Kurikulum 2013 (Lengkap)

May 29, 2016
Pendidikan di Indonesia sedang diperjuangkan untuk menjadi lebih baik. Kemendikbud berusaha keras memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya yaitu engan penyempurnaan Kurikulum. Kurikulum KTSP 2006 disempurnakan menjadi Kurikulum 2013. Hal yang mendasar yang ditekankan pada kurikulum 2013 yaitu aspek Ketuhanan, sikap, pengetahuan, dan keterampilan Perbedaan KTSP 2006 dan Kurikulm 2013 terlihat pada mata pelajaran, penjabaran materi, jam pelajaran dan RPP. Nah untuk kali ini kita membahas mengenai RRP kurikulum 2013. RPP kurikulum 2013 kesan awal terasa sulit dibuat sob, padahal sebenarnya mudah sekali.
RPP Fisika SMA Kelas 10 Semester 1 Kurikulum 2013 (Lengkap) RPP Fisika SMA Kelas 10 Semester 1 Kurikulum 2013 (Lengkap) Reviewed by Sastra Project on May 29, 2016 Rating: 5

RPP Fisika Kurikulum 2013 - Pengukuran (lengkap dengan penilaian dan LKS)

November 16, 2015
Baik, kali ini saya akan bagikan RPP Kurikulum 2013 (Permendikbud 103-104) mata pelajaran fisika dengan materi pengukuran untuk kelas 10 SMA. contoh alat ukur antara lain, Mistar biasanya digunakan untuk mengukur panjang suatu benda dengan ketelitian (skala terkecil) 1 mm atau 0,1 cm. Cara menggunakan mistar adalah dengan menempelkan mistar pada benda yang diukur. Jangka sorong digunakan untuk mengukur diameter suatu benda baik diameter dalam maupun diameter luar, mengukur ketebalan benda, maupun kedalaman, dengan ketelitian (skala terkecil) 0,1 mm. Cara melakukan perhitungannya adalah x = skala utama + (skala nonius x ketelitian alat). Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda dengan ketelitian (skala terkecil) 0,01 mm. Cara melakukan perhitungannya adalah x = skala utama + (skala nonius x ketelitian alat). dan masih banyak lagi alat ukur lainnya.
RPP Fisika Kurikulum 2013 - Pengukuran (lengkap dengan penilaian dan LKS) RPP Fisika Kurikulum 2013 - Pengukuran (lengkap dengan penilaian dan LKS) Reviewed by Sastra Project on November 16, 2015 Rating: 5

RPP Fisika Kurikulum 2013 - Notasi Ilmiah dan Angka Penting (lengkap dengan penilaian dan LKS)

November 14, 2015
Hai sob, kali ini saya akan share RPP Kurikulum 2013 (permendikbud 103-104) mata pelajaran fisika dengan materi notasi ilmiah dan angka penting. Seperti yang kita ketahui bahwa semua angka yang diperoleh dari hasil pengukuran dinamakan angka penting atau angka tidak eksak. Angka penting terdiri atas angka pasti dan satu angka ragu-ragu atau taksiran. Aturan angka penting : a) Semua angka bukan nol adalah angka penting. b) Semua angka nol yang terletak di antara angka bukan nol adalah angka penting. c) Angka nol disebelah kanan angka bukan nol tanpa desimal adalah bukan angka penting, kecuali diberi tanda khusus (garis bawah/atas). d) Angka nol di sebelah kanan tanda desimal, dan di sebelah kiri angka bukan nol adalah bukan angka penting.
RPP Fisika Kurikulum 2013 - Notasi Ilmiah dan Angka Penting (lengkap dengan penilaian dan LKS) RPP Fisika Kurikulum 2013 - Notasi Ilmiah dan Angka Penting (lengkap dengan penilaian dan LKS) Reviewed by Sastra Project on November 14, 2015 Rating: 5

Science Project - Rancangan Alat Konversi Energi (Energi Listrik Menjadi Energi Kinetik Rotasi)

November 13, 2015
Prinsip kerja yang ditekankan pada alat konversi ini yaitu memahami bahwa suatu bentuk energi dapat diubah atau dikonversi menjadi bentuk energi lain. Ketika generator diberikan sumber tegangan (V), maka dalam generator akan mengalir arus (I). Sementara generator berotasi, batang homogen yang panjangnya l juga ikut berotasi. Pertama siswa dapat mengukur tegangan dan kuat arus yang ada dalam rangkaian. Setelah itu, siswa menimbang massa batang, mengukur panjangnya, dan menghitung frekuensi rotasi batang dalam satu menit.
Science Project - Rancangan Alat Konversi Energi (Energi Listrik Menjadi Energi Kinetik Rotasi) Science Project - Rancangan Alat Konversi Energi (Energi Listrik Menjadi Energi Kinetik Rotasi) Reviewed by Sastra Project on November 13, 2015 Rating: 5

SCIENCE PROJECT - MERANCANG ALAT PERCOBAAN PEMANTULAN BUNYI (Matter Analyzer with Sound Reflection Model)

November 06, 2015
Selamat pagi rekan-rekan, pada kali ini saya akan share cara membuat/merancang alat praktikum pemantulan bunyi. Alat ini dinamakan dengan Matter Analyzer, with Sound Reflection Model yang berarti alat pendeteksi suatu bahan (rapat massa) dengan bantuan model pemantul bunyi. Jadi dengan alat ini kita dapat membandingkan mana bahan yang komposisinya keras dan mana yang komposisinya lembek. (Rapat massa tinggi atau rendah)
SCIENCE PROJECT - MERANCANG ALAT PERCOBAAN PEMANTULAN BUNYI (Matter Analyzer with Sound Reflection Model) SCIENCE PROJECT - MERANCANG ALAT PERCOBAAN PEMANTULAN BUNYI (Matter Analyzer with Sound Reflection Model) Reviewed by Sastra Project on November 06, 2015 Rating: 5

Science Project - Ayunan Newton

November 06, 2015
Dalam hukum kekekalan momentum, tumbukan yang terjadi dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu tumbukan lenting sempurna, tumbukan lenting sebagian, dan tumbukan tidak lenting. Contoh alat yang menggunakan prinsip hukum kekekalan momentum adalah ayunan Newton. Cara kerja ayunan Newton, diasumsikan adalah tumbukan elastis, dimana bola baja mungkin sedikit remuk pada bidang kontak. Saat sebuah bola menumbuk bola yang lain, setiap energi yang tersimpan akan diubah menjadi energi kinetik setelah tumbukan. Jika pada awalnya menyentuh bola, kita berhipotesis bahwa selama beberapa interval waktu singkat kedua antarmuka memiliki kompresi. Saat bola 1
Science Project - Ayunan Newton Science Project - Ayunan Newton Reviewed by Sastra Project on November 06, 2015 Rating: 5

Science Project - Generator Van de Graaff (Percobaan Listrik Statis)

November 05, 2015
Halo sobat, kali ini kita akan membuat alat praktikum sederhana tentang listrik statis. Percobaan listrik statis yang paling sederhana ialah dengan sisir plastik. Mula-mula sisir plastik tidak dapat menarik sobekan kecil kertas, tetapi setelah digoskkan pada rambut kering beberapa lama, sisir dapat menarik sobekan kertas. Ini diakibatkan sebelum sisir digosokkan ke rambut, sisir bermuatan netral. Kemudian setelah digosokkan ke rambut, sisir menjadi bermuatan listrik sehingga dapat menarik sobekan kertas. Generator Van de Graaff ini ialah alat yang menggunakan prinsip seperti percobaan sisir plastik di atas, tetapi dapat menghasilkan tegangan searah yang sangat besar.
Science Project - Generator Van de Graaff (Percobaan Listrik Statis) Science Project - Generator Van de Graaff (Percobaan Listrik Statis) Reviewed by Sastra Project on November 05, 2015 Rating: 5

Bahan Ajar Fisika - Materi Hukum II Newton dan Penerapannya

July 03, 2015
Seperti telah dikemukakan pada materi Hukum I Newton bahwa setiap benda cenderung mempertahankan keadaannya selama tidak ada resultan gaya yang bekerja benda tersebut. Apa yang terjadi jika resultan gaya yang bekerja pada benda tersebut tidak sama dengan nol? Ketika kita mendorong benda dengan gaya tertentu hingga benda mengalami perubahan posisi, pada benda tersebut bekerja beberapa gaya yang resultannya tidak nol. Gaya yang diberikan pada benda akan menyebabkan benda tersebut mengalami perubahan kecepatan. Ketika gaya tersebut searah dengan gerak benda, kecepatannya bertambah dan ketika gaya tersebut berlawanan dengan gerak benda,
Bahan Ajar Fisika - Materi Hukum II Newton dan Penerapannya Bahan Ajar Fisika - Materi Hukum II Newton dan Penerapannya Reviewed by Sastra Project on July 03, 2015 Rating: 5

Contoh RPP Kurikulum 2013 (Permendikbud 103-104)

July 02, 2015
Beberapa waktu lalu saya telah posting contoh RPP kurikulum 2013 sesuai dengan permendikbud 81a. Nah kali ini saya akan share RPP Kurikulum 2013 sesuai dengan permendikbud 103 (untuk RPP) dan 104 (untuk penilaiannya).  mungkin masih banyak yang belum mengetahui mengenai permendikbud 103 dan 104. Kebanyakan masih memakai permendikbud 81a. Perbedaan yang paling mencolok terlihat di RPP, dimana pada permendikbud 103 tujuan pembelajaran tidak dicantumkan lagi. Perbedaan lain juga ada pada penilaiannya. Untuk lebih memahami lagi, silakan didownload contoh RPP Kurikulum 2013 beserta lampirannya yang terdiri dari LKS dan penilaiannya. silkan klik
Contoh RPP Kurikulum 2013 (Permendikbud 103-104) Contoh RPP Kurikulum 2013 (Permendikbud 103-104) Reviewed by Sastra Project on July 02, 2015 Rating: 5

Contoh RPP Kurikulum 2013 (Permendikbud 81a)

April 05, 2015
Pendidikan di Indonesia sedang diperjuangkan untuk menjadi lebih baik. Kemendikbud berusaha keras memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia. Salah satu upaya yaitu engan penyempurnaan Kurikulum. Kurikulum KTSP 2006 disempurnakan menjadi Kurikulum 2013. Hal yang mendasar yang ditekankan pada kurikulum 2013 yaitu aspek Ketuhanan, sikap, pengetahuan, dan keterampilan Perbedaan KTSP 2006 dan Kurikulm 2013 terlihat pada mata pelajaran, penjabaran materi, jam pelajaran dan RPP. Nah untuk kali ini kita membahas mengenai RRP kurikulum 2013. RPP kurikulum 2013 kesan awal terasa sulit dibuat sob, padahal sebenarnya mudah sekali.
Contoh RPP Kurikulum 2013 (Permendikbud 81a) Contoh RPP Kurikulum 2013 (Permendikbud 81a) Reviewed by Sastra Project on April 05, 2015 Rating: 5

SEJARAH PERKEMBANGAN ELEKTRONIKA

March 06, 2014
Perkembangan teknik elektronika sebenarnya tidak berbeda dengan radio atau komunikasi pada umumnya dan kita mengetahui perkembangan itu sejak zaman Romawi kuno hingga masa kini berlanjut. Lambat lau perkembangan yang semula sederhana sekali yaitu: Mulai dari bentuk-bentuk genderang, obor dan asap seperti dilakukan oleh golongan masyarakat primitif berubah menjadi penyampaian berita yang modern oleh morse. Ketika perang dunia ke-II meletus, pemakaian jasa elektronika semakin berkembang maju sampai pada akhir masa perang tersebut. Kelanjutannya adalah penggunaan kode morse semakin merata di seluruh dunia. Dari teknik kode sinyal listrik juga juga dikembangkan orang pemakaian semaphore yaitu kode yang dijalankan dengan dua bendera sebagai tanda penyampaian berita antara satu tempat dengan tempat lainnya, yang masa sekarang masih tetap dipakai dikalangan perkapalan dan pramuka diseluruh dunia
SEJARAH PERKEMBANGAN ELEKTRONIKA SEJARAH PERKEMBANGAN ELEKTRONIKA Reviewed by Sastra Project on March 06, 2014 Rating: 5

Sejarah Lahirnya Fisika

August 03, 2013
Fisika merupakan salah satu cabang dari ilmu pengetahuan alam eksakta (Natural Sciences). Adalah Aristoteles (384-322 sebelum Masehi) yang diduga pertama kali memperkenalkan istilah ini melalui karyanya Physika (Ilmu Alam). Berbeda dengan awal masa sejarah dan masa pertengahan, kajian fisika pada masa kini bertumpu pada metoda ilmiah (scientific method) dan tidak lagi sekedar berdasar pada filsafat murni, yakni misalnya dengan pertanyaan dari mana, untuk apa, mengapa begini dan bukan begitu dan seterusnya. Hingga pada abad ke 18 ilmu fisika meliputi ilmu alam yang wilayah cakupannya lebih luas daripada apa yang ada sekarang; yakni meliputi bidang astronomi, astrologi, biologi, kesehatan, meteorologi dan bidang lainnya.
Sejarah Lahirnya Fisika Sejarah Lahirnya Fisika Reviewed by Sastra Project on August 03, 2013 Rating: 5
Powered by Blogger.