Silakan Melihat Daftar Isi di Bagian Paling Bawah Blog Untuk Melihat Daftar Artikel Lengkap

Saturday, 12 January 2013

Aktivitas dalam pembelajaran yaitu segala bentuk kegiatan siswa dalam mengikuti pelajaran. Aktivitas dalam pembelajaran memiliki lima dimensi yaitu interaksi siswa terhadap materi pelajaran yang diajarkan, interaksi siswa dengan siswa yang lain, interaksi siswa dengan guru, interaksi siswa dalam kelompok, dan interaksi siswa antar kelompok. Menurut Leont'ev (2008), teori aktivitas menyatakan bahwa ketika individu melibatkan dan saling berhubungan dengan lingkungan mereka, sehingga menimbulkan suatu alat. Alat ini ada pada masing-masing individu dalam bentuk proses mental. Proses mental ini diwujudkan dalam bentuk sikap yang akan digunakan, sehingga mereka menjadi lebih siap untuk berinteraksi dengan orang lain baik menerima maupun memberikan respon ke orang lain.
Menurut Sriyono (Yasa, 2008), aktivitas adalah segala kegiatan yang dilaksanakan baik secara jasmani atau rohani. Aktivitas siswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan siswa untuk belajar. Aktivitas siswa merupakan kegiatan atau perilaku yang terjadi selama proses pembelajaran. Kegiatan-kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang mengarah pada proses belajar seperti bertanya, mengajukan pendapat, mengerjakan tugas-tugas, menjawab pertanyaan guru, bisa bekerja sama dengan siswa lain, dan tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Aktifnya siswa selama proses pembelajaran merupakan salah satu indikator adanya keinginan atau motivasi siswa untuk belajar. Siswa dikatakan memiliki keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri perilaku seperti: sering bertanya kepada guru atau siswa lain, mau mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, mampu menjawab pertanyaan, senang diberi tugas belajar, dan lain sebagainya. Semua ciri perilaku tersebut pada dasarnya dapat ditinjau dari dua segi yaitu segi proses dan dari segi hasil.

Trinandita (Eka, 2007) menyatakan bahwa hal yang paling mendasar yang dituntut dalam proses pembelajaran adalah keaktifan siswa. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan siswa ataupun dengan siswa itu sendiri. Hal ini akan mengakibatkan suasana kelas menjadi segar dan kondusif, di mana masing-masing siswa dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Aktivitas yang timbul dari siswa akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi.

Kerangka teori aktivitas dalam pembelajaran memusatkan bagaimana aktivitas penuh arti ditengahi oleh berbagai alat fisik, mental, dan virtual (Fjeld et al, 2004). Sejak tidak ada pengajaran mental (kognitif) dalam suatu proyek, kehidupan kita terfokus pada instrumen fisik dan instrumen virtual. Dalam proyek, potensi interaksi bisa difasilitasi oleh instrumen fisik, instrumen virtual, tetapi juga bisa mengkombinasikan keduanya.

Menurut Lundin (2004), belajar bukanlah semacam aktivitas yang spesifik tetapi lebih pada suatu komponen aktivitas. Aktivitas pembelajaran digunakan untuk menguraikan suatu aktivitas di mana aspek belajar menjadi pusatnya. Belajar adalah mengumpulkan pengalaman dari aktivitas, atau lebih tepatnya menggunakan sumber daya untuk berpikir dan melaksanakan suatu usaha. Pengetahuan yang diperoleh ini akan digunakan untuk menghadapi situasi yang baru. Aktivitas dalam pembelajaran adalah aktivitas yang ditemukan untuk membawa pengalaman baru kepada pebelajar.

Menurut Engeström, teori aktivitas adalah suatu psikologis dan teori multidisiplin dengan penekanan naturalistik yang menawarkan suatu kerangka untuk menggambarkan aktivitas dan menyediakan satu set perspektif pada praktek yang menghubungkan individu dan tingkatan sosial (dalam Barab et al, 2002). Jika membicarakan mengenai aktivitas, teori aktivitas bukan sekadar terkait dengan melakukan suatu tindakan yang tuntas, melainkan mengacu pada tindakan yang mengubah bentuk dengan fokus pada aktivitas yang kontekstual sebagai sistem yang utuh. Konteks secara minimal untuk memahami tindakan manusia sebagai sistem berkreativitas, yang meliputi orang atau sub-sub kelompok yang terpilih dari analisis dan dilaksanakan (objek) sebagai hubungan yang dinamis antara keduanya. Hubungan antara orang (peserta) dan objek tidaklah langsung melainkan keduanya ditengahi faktor yang mencakup instrumen, masyarakat, aturan, dan pembagian kerja. Mengacu pada peserta individu atau kelompok yang terpilih melalui analisis.

Ada enam macam dimensi interaksi dalam aktivitas pembelajaran yaitu interaksi siswa dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan materi pelajaran, guru dengan guru, guru dengan materi pelajaran, dan interaksi antara materi pelajaran dengan materi pelajaran yang lain (Erlin et al, 2008).

Aspek penilaian dalam aktivitas pembelajaran (Kirna, 2005) meliputi kerjasama siswa dalam kelompok, antusiasme/partisipasi siswa dalam proses pembelajaran, antusiasme siswa dalam bertanya, presentasi hasil diskusi kelompok, dan antusiasme siswa dalam menjawab pertanyaan.

1 komentar:

Santi said...

Terimakasih...sgt bermanfaat sekali...

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar untuk kemajuan blog ini

 
Copyright 2009 MEDIA FUNI@