Silakan Melihat Daftar Isi di Bagian Paling Bawah Blog Untuk Melihat Daftar Artikel Lengkap
Evaluasi ialah proses yang menentukan sampai sejauh mana tujuan yang telah ditetapkan dapat dicapai. secara umum evaluasi atau penilaian adalah sebuah proses sistematis pengumpulan informasi, baik berupa angka ataupun deskripsi verbal, analisis, dan interpretasi informasi untuk memberikan keputusan terhadap kualitas hasil kerja. Menurut Arikunto (2005), menilai adalah sebuah proses pengambilan keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk, sehingga dapat dikatakan bersifat kualitatif. Arikunto (2005) juga menambahkan bahwa evaluasi merupakan sebuah proses pengumpulan data untuk menentukan sejauh mana, dalam hal apa, dan bagian mana tujuan pendidikan sudah tercapai, yang kemudian dipakai sebagai tolak ukur dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, dalam pendidikan, evaluasi merupakan proses pengumpulan dan penggunaan informasi oleh guru untuk memberikan keputusan terhadap kualitas hasil kerja siswa berdasarkan tahapan kemajuan belajarnya, sehingga diperoleh gambaran kemampuan siswa sesuai dengan kompetensi ataupun tujuan pendidikan yang ditetapkan dalam kurikulum.

 
Suatu proses pendidikan idealnya memperhatikan pengelolaan komponen context, input, process, product, output dan outcome dalam setiap pembelajaran serta melakukan evaluasi sesuai komponen pembelajaran tersebut. Evaluasi CIPP mencoba menghapuskan pandangan bahwa evaluasi merupakan bagian akhir dari sebuah pembelajaran. Wiliam (dalam Krauss dan Ally, 2005) menyatakan bahwa, sangatlah penting untuk menciptakan evaluasi sebagai bagian integral dari desain dan proses pembelajaran itu sendiri, sebagaimana evaluasi CIPP dilaksanakan.

Keberhasilan proses pendidikan diukur dengan penyelenggaraan evaluasi terhadap komponen-komponen dari pendidikan itu sendiri. Agar setiap komponen dapat terukur dengan baik, evaluasi dapat dilakukan dengan model Context Input Process Product (CIPP).

Berdasarkan kepanjangan dari CIPP, inti tiap bagian dari evaluasi ini fokus pada konteks pelajaran, input pelajaran, proses dan produk yang mampu ditunjukkan oleh siswa. Secara umum, keempat bagian evaluasi tersebut akan mengajukan pertanyaan, “Apa yang perlu dilakukan? Bagaimana hal tersebut harus dilakukan? Apakah hal tersebut sudah terlaksana? Apakah yang dilakukan tersebut berhasil?” (Stufflebeam, 2007).
evaluasi CIPP diuraikan dalam empat jenis evaluasi yaitu:

(1) Context evaluation to serve planing decision. Evaluasi konteks ini membantu menentukan kebutuhan yang akan dicapai program, merencanakan keputusan dan merumuskan tujuan program. Dalam proses pembelajaran sains context evaluation dapat diukur dari sejauh mana siswa mampu merumuskan tujuan (goal) pembelajaran dilihat dari kemampuannya menjawab tes pemahaman awal berbentuk minute paper yang dipadukan dengan student scenario test.

(2) Input evaluation, structuring decision. Evaluasi input memberikan arahan mengatur keputusan, menentukan sumber pembelajaran, alternatif apa yang diambil, serta rencana dan strategi pencapaian kebutuhan. Dalam proses pembelajaran sains input evaluation dapat dilihat dari bagaimana siswa menuangkan pikirannya dalam mencari pemecahan untuk masalah praktis ataupun kompleks yang berkaitan dengan pembelajaran dan motivasinya guna menemukan berbagai sumber informasi untuk mendukung pemikirannya.

(3) Process evaluation, to serve implementing decision. Evaluasi proses untuk membantu mengimplementasikan keputusan sejauh mana rencana telah diterapkan? Hal-hal apa yang harus direvisi? Dalam proses pembelajaran sains process evaluation dapat dilaksanakan ketika siswa menunjukkan kinerja ilmiah (actions), baik dalam kegiatan diskusi ataupun praktikum.

(4) Product evaluation, to serve recycling decision. Evaluasi produk untuk menolong pendidik mengambil keputusan mengenai pembelajaran selanjutnya.

Dalam proses pembelajaran sains product evaluation terdapat dua dimensi yang diuji, yakni output dan outcame (Santyasa, 2007). Dalam dimensi output, evaluasi dilakukan dengan menguji sejauh mana pemahaman konsep dan keterampilan penerapan konsep yang dimiliki siswa. Pengujian dapat dilakukan dalam bentuk tes pada akhir pembelajaran. Dalam dimensi outcame, evaluasi dilakukan terhadap produk siswa. Setiap aspek penilaian saling terpadu dan memberikan konstribusi bagi guru mengenai sejauh mana keberhasilan pembelajaran yang dilaksanakan. Elemen dasar model evaluasi CIPP dapat digambarkan dalam bentuk tiga lingkaran konsentris seperti Gambar 2.1., yang menggambarkan pentingnya nilai dari tiap aspek CIPP itu sendiri. Lingkaran paling tengah menyatakan nilai inti yang harus diidentifikasi dan digunakan sebagai dasar dalam pemberian evaluasi. Nilai inti didasarkan atas sejauh mana tujuan (goals), rencana (plans), kinerja (actions), dan produk atau nilai akhir (outcame) yang memiliki posisi yang sama. Lingkaran paling luar dari diagram menyatakan tipe evaluasi yang dapat menyediakan informasi mengenai komponen dari nilai inti tersebut, yakni melalui evaluasi konteks, input, proses dan produk. Panah dua arah menyatakan hubungan timbal balik antara fokus dari tiap evaluasi dengan tipe evaluasi yang digunakan.

Perumusan tujuan akan meningkatkan pertanyaan tentang evaluasi konteks, yang pada gilirannya akan menyediakan informasi untuk memvalidasi dan meningkatkan tujuan itu sendiri. Usaha pengembangan perencanaan menghasilkan pertanyaan mengenai evaluasi input, yang berhubungan dengan penyediaan keputusan atas rencana yang dibuat, dan arah dari penguatan perencanaan tersebut. Pelaksanaan program menyediakan informasi tentang evaluasi proses, yang pada gilirannya akan menyediakan keputusan dari tiap aktivitas dan umpan balik untuk penguatan penampilan siswa. Pemenuhan tugas dan efek samping dari penugasan untuk evaluasi produk, secara umum digunakan untuk menilai outcames siswa dan mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan guna memperoleh hasil yang lebih baik.

0 komentar:

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar untuk kemajuan blog ini

 
Copyright 2009 MEDIA FUNI@