Teori Belajar Bandura

Menurut albert Bandura (dalam Nur, 1998) bahwa, apa yang kita ketahui dapat lebih banyak dari pada apa yang dapat kita perlihatkan. Siswa dapat saja telah memahami suatu materi, namun pemahaman ini dapat tidak terdemonstrasikan sampai situasinya memungkinkan. Jadi dalam proses pembelajaran ada faktor di luar siswa yang mempengaruhi keberhasilan pembelajaran. Albert Bandura mengamati bahwa para penganut teori Skinner menekankan pada efek dari tingkah laku yang sebagaian besar
mengabaikan fenomena peragaan (modeling), peniruan tingkah laku orang lain, pengalaman yang dialami oleh orang lain, dan proses belajar dari keberhasilan dan kegagalan orang lain. Lebih jauh Bandura berpendapat bahwa segala sesuatu yang terjadi di lingkungan sekitar, faktor-faktor pribadi (seperti berfikir dan motivasi), dipandang saling berinteraksi dan saling mempengaruhi dalam proses belajar. Menurut Albert Bandura (dalan Nur, 1998) ada empat elemen penting dalam pembelajaran pengamatan. Keempat elemen penting itu adalah atensi, retensi, reproduksi, dan motivasi.

a. Pengamatan (Atensi)
Seseorang khususnya menaruh perhatian kepada orang yang menarik, populer, kompeten, atau dikagumi (Sulzer-Azaroff & Mayer dalam Nur, 1998). Dalam pengajaran, guru harus menjamin agar siswa memberikan perhatian kepada bagian-bagian penting dari pelajaran dengan melakukan presentasi yang jelas dan menggaris bawahi butir-butir yang penting.

b. Mengingat (Retensi)
Agar siswa dapat meniru prilaku suatu model, siswa harus mengingat prilaku itu. Mengingat itu termasuk menggambarkan tindakan model itu dalam berbagai cara, boleh jadi sebagai langkah verbal maupun visual atau kedua-duanya. Pada fase retensi, pembelajaran melalui pengamatan termasuk latihan membantu siswa mengingat prilaku yang dikehendaki, sebagai misal urutan langkah-langkah suatu percobaan.

c. Peniruan (Reproduksi)
Dalam fase reproduksi, siswa kadang-kadang memerlukan banyak latihan, umpan balik, dan latihan khusus untuk langkah-langkah yang sulit sebelum siswa tersebut dapat mereproduksi prilaku model tersebut. Latihan yang dilakukan berulang-ulang oleh siswa membuat prilaku model dapat ditirukan secara lebih lancar dan lebih mahir. Keyakinan siswa mampu untuk melakukan suatu tugas (self-efficacy), merupakan hal penting dalam fase ini dan mempengaruhi motivasi siswa tersebut untuk menunjukkan kinerjanya.

d. Penguatan /motivasi
Tahap akhir dalam proses pembelajaran melalui pengamatan adalah motivasi. Siswa akan menirukan suatu model karena mereka merasa bahwa dengan melakukannya akan menambah kesempatan mereka sendiri untuk mendapatkan penguatan. Dalam kelas, fase motivasi dalam pembelajaran melalui pengamatan lebih sering berisi pujian atau nilai yang diberikan untuk peniruan yang cocok dengan contoh model.
Teori Belajar Bandura Teori Belajar Bandura Reviewed by Sastra Project on January 02, 2013 Rating: 5

No comments:

Silakan tinggalkan komentar untuk kemajuan blog ini

Powered by Blogger.